Feeds:
Posts
Comments

My hubby vs Rabies…

Judulnya serem yach… Kenapa juga my hubby versus rabies :roll: gene neh ceritanya. Sabtu minggu lalu, seperti biasa kita awali dengan breakfast di rumah cinta kami :smile: Secangkir indocafe hangat dan roti panggang sambil melihat tingkah centil dua putri kami (aghniya n afina).
Setelah itu, aku punya ide untuk jalan-jalan ke Ubud sambil melihat lokasi water birth (rencana tempat melahirkan anak ke-3 kami).

Suami teringat kalo hari itu dia masih harus ambil stok Mandala 525 di Distributor dan isi freon AC mobil biar nyaman di perjalanan nanti siang. Tanpa menunda lama, suami bergegas ke garasi memanasi mobil dan aku pun ngacir ke dapur… biasaaaa masak buat si buah hati. Lumayan lama aku masih denger suara mobil dan hatiku udah mmbatin “kok lama ya manasin mobil” :?: tapi aku tak sempet melihat ke depan coz gorengan sedang in the process.
Beberapa menit kemudian, si mbak (pengasuh anak2) masuk dan bilang: “Bu, liatin bapak dulu.”
“Loh, ada apa…” (aku sudah lumayan kaget) :shock:
“Ngga tau, bu tadi bapak tiba-tiba jatuh dan sekarang ada di rumah Pak Hardono (tetangga depan rumah).”

Ndak pikir panjang, aku lari ke depan dan benar saja disana suamiku udah meringis kesakitan. Aku juga lihat kalo siku tangan kirinya sudah mulai bengkak.
Histeria donk aku: “Ada apa, hon?”
Suami: “itu tadi aku ngusir anjing.”
Aku: “Ngusir gimana?!! Kok sampe begini?”
Suami: sambil meringis “Iya, tadi mendadak ada anjing diam-diam mendekati dan aku usir pake kemoceng. Ehhh, dia malah merespon seperti mau nerkam. Aku mundur-mundur dan anjing itu terus ngikutin tapi karena ngga seimbang aku jatuh dengan tangan kanan berusaha ngusir anjing itu. Aku yakin kalo itu anjing rabies soalnya ngga ada suaranya…”

Apalagi yang aku bisa perbuat selain menggeleng-geleng kepalaku atas kekonyolan ini :cry: Bagaimana ngga konyol wong dia harus menjadi suami siap antar jaga mengingat kandunganku sudah masuk harinya.

Walhasil, setelah di rongsen baru ketahuan kalo ada tulang sikunya yang retak dan butuh waktu untuk penyembuhan :sad:
Aku masih ndak abis pikir kenapa bisa tapi memang selebihnya itu Allah yang menentukan.
Untuk yang laen mungkin aku cuman bisa saranin kalo melihat anjing, ambil posisi jongkok seakan-akan mengambil batu. Insya Allah anjing itu akan segera berlalu. Jangan pake kemoceng karena bisa jadi anjing itu pikir yang di depannya ayam gemuk yang siap disantap :mrgreen:

Aku Ingin…

Monday, February 9, 2009

Ya Allah, ijinkan aku bicara dengan-Mu
hari ini, aku tidak ingin melukai-Mu
tapi aku ingin bicara apa adanya dan tidak berbohong

aku ingin sekali tidak mengeluh
tapi kenapa kata-kata ini serupa keluhan

aku ingin sekali tidak menangis
tapi kenapa suara ini terdengar sedu sedannya

aku ingin sekali tidak membenci
tapi kenapa aku tidak bisa mencintai

Ya Allah, ijinkan kutumpahkan isi hatiku pada-Mu
karena hanya Engkau yang membiarkan aku
bicara seperti ini

aku ingin sekali bersimpuh
mencucurkan air mata ini
hingga aku lelah dan terlelap di cinta-Mu

ya Allah,
aku ingin sekali memiliki hati
seluas langitmu
sehingga raga ini bisa berteduh damai

aku ingin sekali memiliki lisan
yang selembut Aisyah
sehingga sejuk untuk didengarkan

aku ingin
aku ingin…
aku ingin…

aku sebenarnya tidak tahu
apa lagi yang aku inginkan
karena sempurna sekali yang telah
Engkau tetapkan…

Tak Mau Kalian Sepertiku…

Thursday, February 12, 2009

setiap saat aku melihat wajah mungil
seperti langit yang menawarkan keteduhan
disana ada kejujuran yang kecil
tak sama dengan apa yang kusimpan

aku ingin memeluk
dan memahami semua yang kalian rasa
aku ingin mereguk
manisnya saat kita bisa bersama

harapanku menjadi yang terbaik
seperti penjaga bagi putri cantikku
aku ingin kalian bangga
tapi aku tak mau kalian sepertiku

ROTI PANGGANG LAPIS KEJU

Bahan:
Roti sisir siap pakai 1 bungkus
Susu Dancow 5 sdm
Tepung terigu 1/4kg
Telur 3 btr
Blue band 4 sdm dicairkan
Santan Kara 1 sachet kecil
Bawang Bombay 1 buah diiris tipis
Bawang putih 5 siung dikeprek
Paprika Hijau 1 buah diiris tipis
Tomat buah 2 buah diris bulat tipis
Daging Sapi cincang 1 cangkir
Merica ¼ sdt
Bawang pre 4 batang diiris tipis
Keju parut 1 cangkir
Saus tomat sesukanya
Saus Lombok sesukanya
Vanilie, garam secukupnya
Air secukupnya

Cara:
1.Campur dan cairkan tepung, susu, telur ditambah vanilie dan garam sambil terus diaduk. Tambahkan blueband dan santan ke adonan lalu diberi air sedikit demi sedikit sampai adonan cair (lebih kental dari adonan dadar).
2. Haluskan bawang putih dan merica lalu masukkan ke dalam adonan tepung tadi.
3. Siapkan Loyang dan diolesi blueband
4. Ambil irisan roti dan celupkan ke dalam adonan. Letakkan didalam Loyang satu persatu sampai dasar Loyang tertutup rapi. Di atas lapisan roti bisa diatur setengah bagian dari daging, keju parut, bawang Bombay, tomat, paprika dan bawang pre.
5.Setelah itu, kembali masukkan roti ke dalam adonan dan diatur di dalam Loyang. Urutan ini diulang sampai bahan habis. Biasanya bahan tersebut diatas kita dapat atur menjadi 2 lapis. Pada lapisan terakhir kita akan atur daging dan keju parut.
6.Jangan lupa kalau kamu bias juga hias atasnya dengan saus tomat yang sudah dicairkan dan ditambah sedikit tepung terigu lalu disiram diatasnya sedikit demi sedikit. Jangan tutup keseluruhan bagian atas.
7. Loyang yang sudah terisi roti dan lapisannya siap dipanggang sampai matang. Tandanya matang, roti akan berwarna kecoklatan.
8. Roti panggang ini bisa dihidangkan untuk sarapan pagi atau teman minum the sore-sore. Kalau kamu penggemar makanan pedas, kamu bisa enjoy this snacks (?) dengan saus pedas.

Hmmm…sounds great, isn’t it? :wink:

waiting oh waiting…

How long I should wait again…
Do I really need an answer or I just questions an answer…

Is it simple???

“just another place to look at how life can be so simple as what is in our dream…”

Hmmm… it sounds great yach. It has been like an ages when I started making this blog and make that wise sentence. It doesn’t mean I change my mind tapi :wink: many things happen lately and seems so hard to deal with these situations.

(ah, pake bahasa Indonesia aja… pegel)
apa ini berarti aku lagi menyerah…? ngga juga kok. Mungkin hanya lelah.
Menjadi sensi juga karena mungkin menjelang melahirkan begini. Jadinya aku makin lebay :sad: ditambah my hubby yang seharusnya menjadi suami siaga, mendapat kecelakaan kecil dan mengakibatkan tangan kirinya retak. Tak berdaya…
Yach, life is not as simple as that I want but still I can twist my way of thinking to be simpler…

seperti burung

“Andai mama punya sayap”
Agi: “apa Ma?”
“Andai mama punya sayap…”
Agi: “kenapa?”
“Biar mama bisa terbang”
Agi: “kemana?”
“ke langit tinggiiiiiii sekali”
Agi: (merengek) “Jangan, Ma. Nanti siapa yang tidur sama Agi.”
“Kan Agi bisa tidur sama Abi…”
Agi: “kita ndak punya sayap tapi punya tangan ya, Ma…”
“iya, dan kita tidak bisa terbang. Mama pengen punya sayap seperti burung terus terbang terus terbang ke atas…”
Agi: “kayak (red.seperti) kupu-kupu juga ya, Ma… Di sekolah mama juga ada yang pake sayap… tapi dia ndak bisa terbang.”
“seperti kupu-kupu… bisa terbang…”
Agi: “Tapi mama jangan terbang… Agi mau mama disini. Selalu peluk Agi.”

:cry:

:cry:

:cry:

thanks to bunda Inong for inspiring me with your recipes.

Hmmm, hampir 2 mingguan ini aku mandeg. Loh kok mandeg?!!! Maksudku aku mandeg melototin blog almarhumah Bunda Inong. Awalnya searching resep-resep, terus ketemu deh ma ini blog. Sempet ngga ngeh juga kalo yang punya blog udah dipanggil Yang Kuasa Agustus 2006 lalu. Asyik aja aku baca pengalaman-pengalaman bunda yang wow amazing banget. Setelah agak lama baru aku sadar kalo blog ini udah ngga pernah di update sejak 2006 lalu, dan di comment-nya banyak yang saying goodbye to bunda. Barulah aku tau kalo ternyata bunda telah berpulang ke rahmatullah tapi meskipun begitu, blognya masih rame pengunjungnya  www.dapurbunda.blogspot.com

Pulang kantor kemaren, kepikiran mau masak apa ya buat buka puasa. Ah, aku kembali ke dapur bunda Inong dan teng teng dapet deh idenya. Aku mau nyoba bikin kue lumpurnya dan menu makannya: sayur asem, ikan asin, sambal terasi. Enak tenaaaaan…
Liat aja ekspresi Agi sewaktu kue baru matang. Mana kue buat dia sengaja dicetak imut-imut biar satu kali hap hap… abis dech.
Ndak lama setelah itu waktu buka puasa eee agi paling dulu minta jatah makan malam “Agi mau makan nasi pake sayur asem, ma…”
Waaa, bisa-bisa mama ngga kebagian ni…

kue lumpur mini spesial buat Agi

kue lumpur mini spesial buat Agi

pelan-pelan Gi, makannya...

pelan-pelan Gi, makannya...

nyam..nyam... sedaaaapppp

nyam..nyam... sedaaaapppp

difoto ya Ma...

difoto ya Ma...

lah, afina kebagian sendok doang ya...

lah, afina kebagian sendok doang ya...

Menghadapi polah anak memang tidak dapat ditebak. Being a mum and raising kids is unpredictable moment. It colors my life, for sure. :smile:

Aghniya… kok jadi baby lagi?!!! Pertanyaan itu spontan aja terucap dari mulutku yang mulai kelelahan menghadapi tingkah Aghniya (3 tahun) ditambah juga Afina (13 bulan) yang mulai aktif apalagi dengan kondisiku hamil begini. :sad:
Postingan ini dibuat bukan untuk keluh kesah tapi sharing tentang menghadapi anak yang tingkahnya mendadak menjadi bayi lagi. Loh kok bisa?!!! :?:
Hal ini bisa saja terjadi pada anak di lapisan dunia manapun. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dan yang paling pokok adalah perubahan yang terjadi pada rutinitas di sekelilingnya seperti pindahan rumah, perceraian, awal masuk play group… :roll:

Menganggu?!! Yup cukup menganggu… Tak terbiasa?!! Bener sekali… kita hanya akan melongo mendapati si kakak sedang berbasah-basah dengan kencingnya dan dengan santainya memberitahu kita kalau baru saja dia mengompol atau pup di celana. :neutral:
Hmmm, nnjengkelin… emang tapi tetap harus aku harus kontrol segala rasa jengkel dalam menghadapi polah mundur si kakak.
Mengutip istilah yang dipake dalam sebuah tulisan di Baby Centre.com “Two Steps Back”. Kenapa disebut two steps back? Karena si kakak yang sudah mulai mapan di usia 3 tahun ini akan menunjukkan tingkah polah yang beda dari biasanya.
Tadinya saya pusing melihat perubahan drastis si kakak. Sepulang dari kantor, ada saja laporan dari si mbak (pengasuhnya) kalo “hari ini Agi ngompol di ruang tamu, bu”, “pupnya juga di celana”, “Agi tadi nangis kenceng sekali minta digendong pake selendang.” :cry:
Hmmppffff macem-macem dan lumayan membuat aku menghenyakkan badan di kursi dan merenung… “is there anything wrong with how I raise them up?” Hiks…. mengharukan…
:idea: Sampe kiriman artikel dari Baby Centre datang dan aku baca. Hmmm… pas banget dengan yang sedang aku hadapi. Mulailah aku mendikte perubahan apa saja yang membuat si kakak harus seperti ini dan daftarnya lumayan banyaaaaakkkk…
1. Mau punya adik lagi secara dia sudah punya adik yang belum juga satu tahun umurnya… (kasihan kamu, nak. Harus menerima kenyataan menjadi pengayom bagi dua adikmu di usia yang masih belia :shock: )
2. Mulai sekolah di play group… :wink:
3. Masa ngidamku yang cukup parah sehingga tersita perhatian untuk si kakak sedikit… :cry:

Bergerak cepatlah aku dan suami mengatur strategi menghadapi si kakak. Dimulai dengan memberi perhatian ekstra dan lebih banyak kegiatan buat dia. Sehingga situasi yang tercipta dia adalah juga bagian terpenting dan memang terpenting dalam rumah. Pelan-pelan, kami juga mengulang-ulang bahwa tempat untuk kencing dan pup itu di kamar mandi bukan di ruang tamu, garasi atau pun teras. Kami juga menyiapkan reward-reward berupa snacks, mainan kecil, atau sekedar ucapan yang terus menerus akan didengar sikakak apabila dia melakukan hal yang positif. Tapi juga tidak langsung memarahi apabila si kakak masih kekeh melakukan hal-hal yang negatif melainkan lebih sabar member pengertian. Meskipun kadang emosi kami terpancing tapi Alhamdulillah hasilnya terlihat sekarang. Si kakak sudah lebih mendingan bahkan lebih baik. :D
Thanks to baby centre that always update news on development of our babies and what the solution on any of children case.

Bersua lagi…

Wah lama juga ni aku tak menulis apa-apa di blogku ini. Sibuk?!!! ngga juga.. kerja normal saja.. kesibukan sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak juga berjalan seperti biasanya.
kalo gitu apa dunk yang bikin aku ngga nulis?!!!
:shy: gini guys… aku hamil yang ketiga dan seperti biasa ngidamku parah dan menderita :cry: so that’s why tak sekalipun aku punya waktu buat pegang komputer… boro-boro pegang komputer. berdiri aja aku kesusahan…

semoga…semoga… di bulan ke-enam kehamilanku ini, aku bisa eksis lagi mengisi dan mewarnai blog-ku ini. didukung ya guys…

Older Posts »